Tampilkan postingan dengan label just story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just story. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

Makhluk Planet Apes menyerang Kampungku ??

Yah diawal bulan perbuari kemarin gak sengaja baca sebuah berita di detik.com, yah karna cuma itu yang bisa kulakukan biar gak terlalu ketinggalan berita coz ane gag punya tipi en gak langganan koran so mending manfaatin media online buat membaca beberapa berita seperlunya ajah. Sebenernya pas baca judulny masi belom tauk kalo yg dimaksud diberita itu adalah kampung halamanku, baru ku ketahui setelah membaca artikel tersebut, wah gak salah lagi neh emang bener daerahku keknya *pikirku. Iseng-iseng sms seorang temen yang kebetulan bekerja disebuah rumah sakit di daerahku yang disebut-sebut dalam artikel yang kubaca. Ternyata bener gak salah yang dimaksud adalah kampung halamanku. 

Menurutku ini sangatlah aneh, pasalnya didaerahku bener dah gak ada hutan lagi, kampung halamanku merupakan kota satelit Surabaya yang udah lama terbangun dari jaman penjajahan, jadi bukan kota baru. sebagian hutan emang masi ada ketika ane masi kecil, tapi sejak smp pun udah gag ada lagi hutan di daerah kecamatanku, semua lahan sawah kebun hampir penuh dengan pembangunan perumahan yang makin marak, mereka yang bekerja di Surabaya, kebanyakan bakal mencari rumah didaerah tempatku, dengan pertimbangan harga yang cenderung lebih murah dan letak yang strategis penghubung Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Mojokerto, Surabaya-kab gresik (bkn kota gresik).

Rabu, 29 Februari 2012

3 HARI BERSAMA BUSWAY

suasana busway yang masi sepi
Diawal bulan Februari kemarin ( napa nulisnya diakhir pebruari yak >_< ) kebetulan ane dapet tugas ngetreck semua shelter busway di jakarta, di sebelas koridor. Ketika si bos ngasi kerjaan, beliau blg ma ane, 3hari harus kelar yak?? ane sempet mikir bentar sey, tapi terus ane jawab, iyah boz sanggup ( beeeuuuuhh....sok-sok an sey T_T ). Si bos bilang, kalo ngetrecknya harus dari pagi, ane siap dah pokoknya ( padal ane mah bangun siang muluk ). Nah petualangan keliling jakarta pake busway ato bus transjakarta bakal dimulai neh, ngebolang pake busway, hadeewwww....

Seperti yang udah diduga, gag mungkin banget ane berangkat pagi buat ngetreck jalur busway. Kenyataannya ane baru berangkat dari kosan ajah setengah sepuluh ( parah beuuuddh daahh....) supaya ane gak mengulang beberapa koridor berkali-kali malemnya ane dah siapin rute sepraktis mungkin biar bisa meminimalkan perjalanan. Untuk hari pertama, ane targetkan 4 koridor sekaligus ( awalnya ragu bisa kecapai gak, soalnya berangkat kesiangan >_< ) Untuk awal ane ambil koridor 6 sebagai start point. Planingnya sey bakal koridor 6 ( ragunan-dukuh atas2 ), koridor1 ( blokM-kota, tapi untuk koridor1 ane mulai dari dukuh atas-kota ), koridor2 ( harmoni-pulogadung ) dan koridor4 ( pulogadung-dukuh atas2 ).

Selasa, 29 November 2011

Sebuah Penyesalan

Saat itu tepat tanggal 8 Muharram 1433 H ato bertepatan dengan 27 november 2011, Sepulang menginap dari rumah kawan aku langsung pulang ke kosan, ku kayuh sepedaku dengan santai sampai ke kosan. Saat itu bener-bener tak punya firasat apa-apa. Setibanya dikosan, langsung saja ku ambil hape yang dari kemarin emang kutaruh seharian dikamar. Aku kaget karna ada sekitar 20an panggilan tak terjawab, ada dari kedua orang tuaku juga beberapa temenku, kulihat ada sms yang masuk pula. kubaca dengan pelan dan seksama....Astaqfirulloh, bukan maen kagetnya aku dibuatnya, sms dari seorang temen yang isinya adalah berita duka meninggalnya seorang temen semasa kecil hingga remaja, temen seperjuangan, temen ketawa, cerita, beragumen dan lainnya. Kutelpon orangtuaku dan benarlah sedari pagi beliau berusaha menghubungiku untuk memberikan berita duka tentang sahabat lamaku. 

Selasa, 02 Agustus 2011

Nasehat Sang Ayah

Dering ponselku membuyarkan konsentrasiku yang sedang asik di depan laptop kesayanganku. Ahh...telpon dari bapak neh, ntah lah akhir-akhir neh beliau sering menelponku, palagi semenjak aku tak bekerja lagi. Tapi mungkin juga karna beliau lagi kesepian, yah semenjak awal juli kemarin kaka perempuanku dan suaminya sudah gak tinggal bersama orang tuaku karna mereka dah punya rumah rumah sendiri. Jadi dirumah sekarang tinggal ibu dan bapakku ajah, jadi mungkin mereka selalu merasa kesepian sekarang.

Rabu, 20 Juli 2011

Mbois VS Tilang


Weekend yang lalu bener-bener menjadi hari sangat berkesan (tapi yang ini kesan konotasinya negatif) hadeewww....apapula yang terjadi padaku ini. Tapi itulah hidup, dengan begetu ada yang bisa diceritakan, hehehehe...

Aku benar-benar tak pernah berpikir atopun bermimpi kejadian ini bakal menimpaku. Mungkin juga ini karna aku kurang bersedekah, ato mungkin aku pernah makan harta yang haram, jadi Allah membersihakan nya. Tapi jika teringat kejadian itu terkadang membuatku tertawa sendiri. 


Awalnya aku dan kawanku bro pupz, berniat bertakziyah ke teman kami yang habiz tertimpa musibah kehilangan anak pertamanya, yang harus kembali pada Allah. Yah, semua datangnya dari Allah dan semua juga akan kembali padaNya. Tapi mungkin niat baek kami belom mendapatkan ijin dariNya. 

Sabtu, 04 Juni 2011

Mamad si Nobita

Sapa seh yang gak kenal tokoh nobita ini??yah dia adalah salah satu tokoh kartun dalam komik Doraemon,komik yang menurut saya cukup eksis lama, dari saya kecil hingga skg pun masi tetep eksis. Doraemon sendiri ditulis sejak tahun 1969.(sumber: wikipedia ) Wow sungguh waktu yang mengagumkan bukan, sudah berjalan 42 tahun dan masi bisa bertahan hingga sekarang. Nah yang menarik disini,  walopun si nobita ini adalah tokoh fiksi, ternyata ketika kita mengamati sekitar kita, didunia nyata ini pun juga terdapat seseorang yang memiliki karakter seperti Nobi Nobita ini. Yah, si mamad namanya, dari semenjak kecil ia hanyalah seorang pecundang yang tak pernah berprestasi, ia pemalas, tak pandai berolahraga, dan ketika berkumpul dengan kawan-kawannya ia slalu akan djadikan bahan ejekan ato ceng-cengan.

Kamis, 19 Mei 2011

Sebuah Cerita

Diawali disebuah pinggiran kota yang terkenal dengan makanan khasnya rujak cingur, seorang putri sulung dari  enam bersodara putri seorang veteran pejuang kemerdekaan yang kemudian menjadi seorang penjual bakso menikah dengan seorang sopir. Berlangsunglah sebuah pernikahan sederhana disebuah rumah dilembah gunung bajul (buaya) yang terkenal akan produksi gentengnya. Kemudian dari pasangan tersebut lahirlah 5 orang anak, 3 perempuan yang cantik-cantik dan 2 orang laki-laki yang ganteng-ganteng. Pasangan ini kemudian tinggal disebuah kampung dipinggiran kota, sebenarnya daerah itu adalah daerah yang rame sejak jaman kolonial belanda dan jaman kemerdekaan, masi banyak dijumpai bangunan2 belanda di daerah itu terutama diperkampungan orang-orang keturunan arab, hanya saja kedua pasangan itu memilih tempat yang masi agak sepi, yaitu di desa simowau yang pada saat itu masi hutan belantara, di depan gang terdapat sebuah makam yang lumayan rimbun dan terkesan seram, dan ketika masuk gang pun disambut pohon pete yang disampingnya adalah kebun pisang yang terkenal angker. Didalam satu gang itu hanya terdapat 5 rumah saja yang letaknya pun agak berjauhan, yang sekelilingnya masih dtumbuhi banyak pohon gayam yang menjulang tinggi berkisar 20-25 meteran, juga pohon-pohon bambu yang tak terawat ato masyarakat disitu menyebutnya barongan. Bukan hanya itu, disekitar situ juga masi terdapat rawa-rawa yang tentu saja masi banyak hewan-hewan liar disitu. Bahkan warga disekitar situ pun jarang ada yang berani bermain di daerah itu. Tapi disitulah kedua pasangan itu membesarkan ke5 anaknya, jarak antar kelima anak-anaknya pun tak seberap jauh, anak pertama dan kedua hanya beda setaon, anak kedua dan ketiga tiga taon, kemudian sampe anak kelima hanya berjarak setaon-setaon. Sebenernya setelah anak kedua, sang ibu sudah melakuakan program KB tapi kehendak Allah sapa yang tau, makanya jarak antar anak kedua dan ketiga agak jauh dikit. Bisa dibayangkan, seorang ibu merawat kelima anaknya yang jaraknya gak terlalu jauh. Jaman sekarang ajah, punya anak satu, repotnya gak ketulungan, mengeluh ini itu lah. Tapi justru disitulah hebatnya sang ibu ini, dengan penuh kesabaran ia merawat kelima anaknya, walopun ia juga harus bekerja. Yah, beliau adalah orang yang sangat sabar, dimana ia harus mengahadapi perangai sang suami yang sangat keras dalam mendidik anak sekaligus ia harus merawat kelima anaknya dirumah mungilnya. Yah sang suami ato sang ayah sangatlah keras dan disiplin dalam mendidik anak-anaknya terutama dalam hal belajar dan dalam hal ibadah. Anak-anaknya dibiasakan bangun pagi untuk sholat subuh, sapa yang gak mau bangun maka sang ayah pun akan menyiramnya dengan air. Bahkan semenjak kecil pun kami sudah dibiasakan untuk melakukan Qiyamul lail ato solat Thajud. Ketika sang anak tidak mau solat atopun belajar maka sang ayah pun akan memukulnya, ato ketika anak melakukan kesalahan sang ayah akan menghukum dengan mengikat sang anak dipohon yang ada dihutan. Begitulah sang ayah mendidik anak-anaknya. Putri sulungnya adalah putri yang cantik, akan tetapi dia tumbuh sebagai anak yang tomboy. Meskipun ia seorang gadis tapi ia memiliki hoby yang unik yang tak dimiliki oleh gadis-gadis seumuranya pada umumnya. Ia memeliki hoby seperti layaknya anak lelaki, ia lebih suka maen kelereng, maen layangan, beradu keong, beternak bebek, bahkan bertukang dan membuat kandang bebeknya sendri, wow...bener-bner gadis yang super. Ia adalah pemimpin bagi adik-adiknya dan sumber inspirasi bagi adik-adiknya. Tapi ada salah seorang dari adik-adiknya yang tak pernah mengikuti sang kakak, yaitu sang anak kedua. ia lebih memilih dirumah, bermain boneka dan semisalnya daripada mengikuti sang kakak. Sang kakak pun bahkan sering mengancamnya, jangan sampe ayah dan ibunya mengetahui ulah-ulah yang ditimbulkan sang kakak. Bukan hanya itu kawan, ia bahkan juga berkelahi dengan anak-anak lelaki sebayanya tanpa rasa takut, bahkan anak-anak lelaki pun sering dikalahkanya. Sedangkan ketiga anaknya yang terkahir pun juga sering berulah, karna umur mereka hanya terpaut setaon jadi mereka merasa sepantaran dan sering bermain bersama. Kita liat ulah mereka bertiga kawan, mereka bahkan sering membikin tenda di dalam rumah, dengan mengunakan sprei dan selendang dan juga tali mereka pun membikin tenda, bkn hnya itu mereka pergunakan semua yang ada drumah dan dmasukan kedalam tenda bikinan mereka, ckckckck....kali ini rumanya bener-bener tampak seperti kapal pecah kawan. Mereka pernah bertiga pernah dihukum dikunci di dalam kamar, tapi apa yang terjadi mereka berhasil kabur dengan melewati jendela dengan kaca naco, mereka pecahkan salah satu kacanya dan kabur kemudian bermain. Mereka sering bermain dsawah, mencari belut ato burung, ato bermain dirawa dengan memakai getek ato sampan bikinan mereka sendiri yang terbuat dari bambu. Bahkan si bungsu pun pernah memukulkan pisau ke anak no empat ketika bermain dan berebut pisau yang menggegerkan seisi rumah. Sungguh luar biasa kenakalan dan kreativitas mereka. Sang ibu pun tetep sabar merawat dan membesarkan mereka berlima. Sang Ayah mempunyai obsesi yang besar terhadap anak-anaknya, yaitu ia ingin menjadikan anak-anaknya lulus smua sebagai sarjana agar tak seperti ia yang hanya lulusan SD dan hanya menjadi sopir saja. Ia sangat berambisi dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi walopun ia hanya seorang sopir. Sebenernya sang ayah adalah orang yang cerdas dan pandai, ia bisa melakukan apa saja.Mulai bertukang, bahkan menjadi mekanik pun ia bisa dan mampu. Dan bakat-bakat yang luar biasa itu menurun pada anak-anaknya, terutama putri sulungnya dan anak bungsunya yang memiliki banyak bakat. Putri sulungnya yang cantik pandai melukis berolahraga terutama beladiri, ia sering mendapat medali dalam kejuaraan loh, dan bertukang, juga pada anak bungsunya yang pandai dalam hal seni dan olah raga, ia pernah juara band antar sma. ia juga pandai menggambar. Sedangkan anaknya yang kedua sering berprestasi dalam bidang pelajaran sekolah, begetu juga anaknya yang ketiga, bahkan ia masuk perguruan tinggi dengan PMDK prestasi dan selama kuliah tak pernah membayar sepeser pun karna dibiayai bea siswa. Kurasa hanya anaknya yang keempat saja yang tak pernah berprestasi, hihihi.....Beban yang berat dirasakan oleh kedua pasangan ini, ketika memasukan sekolah anak-anaknya selalu bareng, anak pertama dengan anak terakhir sedang anak kedua dengan anak ketiga. Karna jarak antara anak pertama dan si bungsu adalah 6taon, dan anak kedua dan ketiga adalah 3taon. So ketiga si sulung masuk smp, ia juga harus menyekolahkan si bungsu masuk Sd, dan ketika si anak kedua masuk sma, maka si anak ketiga juga masuk smp, juga ketika si sulung masuk perguruan tinggi si bungsu masuk smp...hadeeww, bisa dibayangkan gimana susahnya kedua pasangan ini. Apalagi ketika itu sang Ayah pun mengalami PHK besar-besaran ketika terjadi krisis taon 1998, perekonomian mereka jadi semakin terpuruk. Jualan permen, jualan sandal, jadi makelar motor, sampe buka toko dan mebel pun pernah dijalani. TApi itu semua gak berhasil dan tak dapat menopang ekonomi keluarga dengan 5anakanya yang mulai tumbuh dewasa dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk sekolah mereka. Tapi ia tak patah semngat demi ambisi dan cita-citanya untuk meyekolahkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi tak peduli bagaimanapun caranya. sang Ibu pun tetep sabar dan mendampingi sang ayah ketika keadaan labil. Hutang demi hutang pun harus ditempuh. Dan kini semua cita-citanya pun terpenuhi sudah, Putri sulungnya menjadi lulusan sarjana sastra dan bekerja sebgai guru disekolah terkenal dikotanya, anak keduanya menjadi sarjana teknik sipil, sedang anak ketiganya lulusan statistik. Sedangkan anak keempat dan kelima, keduanya lulusan diploma, putra bungsunya pun sekarang menjadi abdi negara sebgai PNS diluar pulau jawa. Dan anak keempatnya ini yang bekerja tapi masi tidak jelas juga, hihihihi....kini harapan kedua pasangan itu telah terpenuhi dan terwujud, tinggal satu hrapan lagi bagi mereka berdua, sang ibu pernah berbisik pada anak keempatnya: "Nak, aku dan ayahmu pengen naek haji bareng". Smoga harapan dan cita-cita mereka ini bisa juga terpenuhi. Aamiin.

Dedicated to Mom n Dad, I love u
.we're proud of you.. Forgive us coz we don't yet make you happy.




Senin, 09 Mei 2011

SAMURAI DI KEBUN SAWIT

Maap neh, dari judulnya mungkin kelihatan agak lebay dikit, hehehe....Sebenernya bukan dalam makna yang sesungguhnya, melaikan hanya sebuah bentuk analaogi doank. Ya begitulah kira-kira penggambaranku tentang orang-orang yang bekerja dikebun sawit tempatku bekerja sekarang. Ada sebuah alasan kenapa aku menyebutnya seperti itu. Paling tidak sistem dan cara pandang hampir mirip walopun hanya sedikit. Yang menarik disini, aku melihat mereka bekerja secara terkelompok-kelompok, kalo saia bole bilang neh, saia menganggap jika pada jaman samurai dulu ada yang disebut damyo ato tuan tanah ato penguasa kastil ato yang dipertuankan semacam  penguasa lokal lah. Di jaman samurai, seorang samurai biasanya mengabdi pada satu tuan kecuali ronin, ronin adalah seorang samurai bayaran yang tak punya tuan. Disini pun aku melihatnya demikian dengan para pekerja ato buruh-buruh kebun itu. Mereka mempunyai pimpinan-pimpinan yang mereka pertuankan, dan masing-masing setia pada pemimpinnya itu hanya saja kesetian itu ada yang murni dan ada pulak yang dengan maksud tertentu. Yang paling berkuasa adalah sang manajer kebun, walopun ada sang direktur akan tetapi direktur jarang sekali turun lapangan. So pimpinan tertingginya dipegang oleh sang manajer dalam hal ini sang manajer aku analogikan sebagai damyo tertinggi dibawah kaisar, karna sang kaisar adalah sang direktur. Dengan demikian sang manajer adalah sang Shogun. Dibawah sang manajer ada para asisten, ada asisten kebun, ada asisten mekanik, dan asisten2 laen yang aku sendiri juga tak begetu tau. Nah disitulah  asisten tersebut perperan sebagai para Damyo, Aku sendiri sebenarnya juga memiliki posisi sebagai asisten so bisa dbilang aku juga seorang damyo, hanya saja sebagai damyo yang tak punya pengikut ato samurai. Sang asisten kebun ini lah menurutku damyo yang paling berpengaruh, dia memiliki banyak sekali samurai, dan bertingkat-tingkat. Samurai yang paling tinggi tingkatanya adalah para mandor, mulai dari mandor satu, kemudian mandor lagi, ketua kelompok, krani, dan buruh tani. Sedangkan sang asisten mekanik sendiri memiliki anggota samurai lebih sedikit, hanya beberapa mekanik, beberapa operator alat berat, dan beberapa sopir. Akan tetapi sang Damyo asisten mekanik para samurainya lebih loyal dan setia walopun berjumlah sedikit, sedangkan sang Damyo asisten kebun, dia memang memiliki jumlah samurai yang banyak tetapi jarang sekali yang loyal padanya, kesetian para samurai pada damyo asisten kebun hanya sebatas kepentingan semata. Walopun tidak ada yang pernah berani menolak perintah dari sang damyo asisten kebun, tetapi mereka hampir sebagian tidaak loyal padanya, bahkan banyak yang membicarakannya dibelakang, dan menyebut-nyebut kejelekan damyo asisten kebun tersebut. Menurutku itu juga disebabkan karna sikap sang damyo sendiri yang menurutku kurang berwibawa sebagai seorang pemimpin. Dia bahkan sering sekali meminta rokok pada para samurainya, meminjam motor para samurainya sedang motor dia sendiri didiamkan sajah dirumahnya. Bahkan para samurainya sering mengeluh tentang sikap damyo ini. Walo banyak para samurai yang tak loyal padanya, tapi aku melihat masi ada beberapa samurai yang tetep loyal padanya. Tapi itu semua bukan tanpa alasan, meskipun damyo asisten kebun memiliki banyak samurai yang tak loyal, akan tetapi ia lebih dipercaya oleh sang shogun alias sang manajer daripada sang damyo asisten mekanik. kira2 itulah yang menyebabkan beberapa samurai masi tetep loyal pada sang damyo asisten kebun. Disisi laen sang damyo asisten kebun memang memiliki kemampuan dalam bernegosiasi sedangkan damyo asisten mekanik dia malah sering berseberangan pendapat dengan banyak orang. Bahkan kedua Damyo itu juga sering berebut dukungan dariku sang damyo tanpa samurai yang cenderung netral, tapi keduanya tau kalo aku sendiri tinggal bersama sang shogun so itu juga baek bagi mereka jika mereka bisa mendapatkan dukuangan dariku. Bahkan bukan hanya para Damyo saja tapi juga para samurainya yang notabene adalah para pengikut para damyo. Sungguh aku melihat banyak permaianan disini yang cukup menarik untuk diperhatikan, akan tetapi ini bukan duniaku, aku tak bisa masuk dalam permainan ini. Aku hanyalah seorang damyo tanpa pengikut, damyo tanpa samurai.

Minggu, 08 Mei 2011

LIFE IS ADVENTURE

Mungkin emang bener kalo ada yang bilang bahwa "hidup adalah petualangan". Petualangan demi petualangan telah kulalui, mengenal banyak orang dan karakter, banyak pengalaman, banyak pelajaran hidup, dan lain-lain. Bagiku petualangan hidup adalah pengalaman yang amat berharga, banyak ilmu yang aku dapatkan, baik itu dari alam, kondisi sosial, kehidupan seseorang, cara hidup, cara berjuang, bertahan hidup dan sebagainya. Aku pun belajar banyak hal dari teman-temanku, sahabat-sahabatku dan orang di sekitarku. Aku kagum pada salah seorang sobatku yang bertubuh tinggi jangkung sedikit kurus yang sangat taat dalam menjalankan agama tapi juga masi bisa sosialisasi ama temen-temen, padal sering kujumpai orang-orang yang taat seperti kawanku itu cenderung eksklusif dalam sosialisasi dengan masyarakat, bener-bener salut ama temenku yang satu ini. Dan salah seorang temenku yang laen pun juga kukagumi, gaya hidupnya yang apa adanya, mandiri, tak bergantung pada orang laen, punya pendirian yang tegas dan masi banyak hal yang kukagumi darinya. Aku juga belajar banyak hal darinya, dia adalah tetangga kosku dulu. Kini kuberada di daerah yang jauh dari mereka, disini tempat petualangan baruku. Sebenernya disini aku juga belajar banyak hal, yang jelas dimana pun kita berada, disitu juga kita belajar sesuatu yang baru. Hanya saja disini kumerasa bukan tempatku disini, entahlah tapi yang jelas ini petualanganku dikebon sawit di pandeglang yang singkat ini serasa begetu lama bagiku. Tiap pagi kuberangkat bekerja k lokasi proyek yang letaknya sekitar 10km dengan jalan berbatu yang kalo hujan berubah jadi jalan berbatu dan berlumpur. Kebun sawit tempatku bekerja masi berumur 5tahun, jadi pohony belom begetu tinggi masi berkisar sekitar 2-3meter saja tingginya. Dan lokasi proyek rumah karyawan yang aku kerjakan terletek diatas bukit dengan hamparan padang rumput yang luas yang bila siang tiba sangatlah terasa panas dan menyengat, tapi bila hujan turun maka hamparan rumput itu berubah jadi kubangan lumpur yang sangat lengket, hingga susah berjalan dan bermotor karna licin. Disitu juga merupakan tempat pembibitan pohon sawit, tiap hari kulihat buruh-buruh tani bekerja seharian, baek itu kondisi panas maupun hujan, mereka tetap bekerja seperti biasa. Sebenernya pekerjaanku adalah yang paling mudah dan sederhana, hanya mengawasi pekerjaan dan menyesuaikan apakah yang dkerjakan sesuai apa tidak, kemudian bikin laporan. Bagi sebagian orang mungkin berfikir, itu kan sangat gampang??ya mungkin saja tapi juga gak segampang itu. Terkadang kondisi dilapangan perlu penyesuaian, dan tidak selalu mengikuti gambar bestek. Ya gambar emang sebagai acuan, tapi dilapangan selalu ada penyesuaian, kita dituntut untuk bisa cepat dalam mengambil keputusan, dan disitulah sebenernya letak serunya. Disitu aku hanya ditemani para tukang dan kuli bangunan dan juga anjing-anjing kampung buduk yang selalu ada dsekitar kami. Lokasinya lumayan jauh dari perkampungan so kalo mu solat juga susah, untuk solat pun aku harus mengambil air dikubangan untuk berwudhu, entahlah mungkin bekas diminum anjing ato  apalah tapi hanya itulah air yang ada. Tiap orang yang bekerja dikebun biasanya membawa bekal dari rumah buat makan siang, tapi berbeda denganku??aku tak bisa bawa bekal, pagi hari hanya ada orang jual bubur ayam ato ketoprak, warung nasi belom buka, so awal-awal ku berada disana pun tak makan siang walou terasa lemas karna terik matahari yang menyengat. Tapi kemudian setelah kenal para tukang dan kuli bangunan mereka pun mengajaku makan siang bareng dengan mereka walopun dengan menu ala kadarny, terkadang hanya nasi dengan tempe dan kecap plus kerupuk, ato nasi dengan sayur duank tanpa lauk, ato nasi dengan telor, bahkan aku pernah melihat mereka makan nasi dengen micin duank, hadeewww....tapi alhamdulillah aku bersyukur karna masi ada yang bisa kumakan dan mereka mau berbagi denganku. Tapi kini ku sudah tak sanggup lagi menjalaninya. Pernah suatu ketika, kuingin berangkat jumatan. karna letaknya jauh akhirnya kuputuskan naek motor honda win purba yang uda parah banget kondisinya, kemudian kuberangkat tapi baru jalan motorku sudah mati masuk kubangan lumpur, kemudian kuputuskan kubiarkan motorny dkebun dan aku memilih untuk berjalan asal bisa jumatan, tapi dtengah jalan hujan turun dengan deras dan alhasil kuberjalan sejauh 10km tanpa hasil dan tak jadi mengikuti jumatan. Kurasa aku pun harus segera menyudahi petualanganku di kebun sawit ini, banyak faktor yang membuatku memutuskan hal ini, salah satunya, disini aku susah beribadah dengan nyaman, kemudian suasana kerja yang kurang mendukung, sering kulihat orang bersaing kedudukan, menjilat sana sini, saling menjatuhkan dan laennya. Pokokny bener-bener gak sesuai dengan hati nuraniku. Kini kuputuskan kembali ke batavia dan memulai kembali petualangan baruku. Smoga ini adalah pilihan yang terbaek.:)

Minggu, 24 April 2011

My new experience in my new job

WELCOME TO THE JUNGLE, saat kuputuskan wat berangkat emang gak kupikirkan akan bagaimana kondisi keadaanya disana, yang ada dpikiranku saat itu pokokny aku harus mendapatkan kerja dulu. Aku sudah bosan menganggur, di kosan seharian membuatku jadi pemalas. Motivasiku saat itu hanya bagaimana aku bisa membantu orang tuaku lagi, sudah cukup slama ini aku menyusahkan mereka. Bagaimana pun juga aku adalah anak lelaki dkeluargaku, tak ingin kukecewakan kedua ortuku. Tapi entah kenapa masi ada sedikit keraguan di hatiku, tak tau apalah yang menganggu pikiranku. Bahkan sampe sehari sebelum hari H aku pun belum packing barang2ku, seolah berat harus kutinggalkan jakarta tercintaku. Si Hitler juga beberapa hari sebelum aku berangkat pun merengek terus, seolah pengen minta perhatian dan tak ingin di tinggalkan, hadeewww.....sungguh berat bagiku. Hari selasa tanggal19 april pun akhirnya aku pun harus rela meninggalkan kota jakarta menuju pandeglang Banten tempat baruku bekerja. Perjalananku kesana memakan waktu sekitar 5-6jam dengan menggunakan mobil ford matic 4x4(entah lah apa nama mobilnya), aku ditemani oleh supervisorku dan supir kantor. Diperjalanan aku gak banyak bicara, hanya diam mendengarkan obrolan mereka. Kantorku berada di Cibaliung, itu sudah masuk wilayah ujung kulon sebenernya, tapi lokasi kerjaku berada sekitar 40-50km dari Cibaliung. Sesampainya dsana, aku langsung dikenalakan dengan orang2 kantor yang namanya tak dapat kuhafalkan karna terlalu banyak dan lagi ku sudah terlalu cape dperjalanan yang panjang. Tapi yang bikin aku kaget adalah komentar2 mereka terhadapku yang bersikap skeptis terhadapku, mereka bilang :"oohh ini orang barunya??asal jangan kaya yang kemarin ajah baru 5hari dah minta pulang"."iyah, paling juga sama ajah, hahahaha". Akupun hanya bisa tersenyum mendengar komen mereka. Kemudian akupun dikenalkan dengan pak manajer yang nantinya sementara aku akan tinggal bersama dia sampe rumah karyawan yang akan ku kerjakan selesai. Belum sempet istirahat akupun langsung diantar ke lokasi proyek yang letaknya sekitar 40-50km. Sekitar 10km sebelum lokasi proyek, kami hanya melewati jalan berbatu(lumayan bikin bokong panaslah 10km jalan berbatu, hadeeww). Setelah kami melewati perkebunan sawit yang sudah berumur sekitar 5taon, pohon2nya pun belum begitu tinggi hanya sekitar4 meter saja, kami pun sampe dibukit lapang yang luas dan itulah lokasi proyek yang akan aku kerjakan. Setelah survey lokasi kamipun kembali menuju tempat tinggal pak manajer coz aku akan tinggal disana juga sementara. Besoknya akupun dijadwalkan ke Serang untuk buat rekening d BII, perjalanannya memakan waktu seharian coz harus muter2 dulu. Hari ketiga aku dengan di dampingin supervisorku en pak manajer yang aku tumpangi rumahnya itu berangkat menuju lokasi proyek, jadwal kami janjian dengan pak manajer kebun(posisinya lebih tinggi dari manajer yang tinggal bersamaku). Sebenernya kami juga menunggu alat berat yang sedang diperbaiki coz tanpa alat berat lokasi proyek tak dapat dratakan. Sesaat kemudian pak Asep  (manajer kebun) pun datang, dan langsung menghampiri kami. Aku pun dkenalkan, tapi yang aku kaget tiba2 dia berkata: "bisa engga kamu bekerja disini??klo gak bisa mending aku usir sekarang aja daripada baru berapa hari minta pulang, kuhajar kau nanti kalo sampe minta pulang". akupun hanya bisa nyengir kuda. manajerku yang satu neh bener2 berwatak keras, dan beda dengan orang2 sunda yang pernah aku jumpai. Hari ke4 sebenarny hari libur karna tanggal merah, tapi kali ini rencananya aku bermaksud mengambil motor coz emang bener2 butuh motor buat mobilisasi karna lokasi proyekny yang berjauhan smua, ternyata hari itu ada acara arisan ibu2 para boz, hadew bad time neh. Padal hari itu aku hanya pake kaos usang yang bergambar wajah2 temen2ku anak2 Qc. Kemudian aku dikenalkan dengan pak direktur kebun, dia pun langsung berkomentar:"siapa yang ngetes kamu??"aku pun menjawab: "pak jonet, pak", kemudian tiba2 dia tertawa,"hahaha...pak jonet, kalo saya yang ngetes pasti gak ada yang lulus". kemudian kedua manajerku pun ikut tertawa bersama dengan pak direktur. Aku hanya bisa diam dan mendengrakan obrolan para boz yang tak kumengerti, tiba2 pak direktur mencoba mengetesku dengan pertanyaan, aku pun tak bisa menjawab karna emang aku tak bener2 mengikiuti pembicaan mereka, dia pun langsung tersenyum sinis. Setelah itu kami pun langsung menuju tempat acara, smua pake baju bagus kecuali aku yang hanya menggunakan kaos usang dan sandal tipis yang uda hampir putus. Tak banyak yang aku kenal, sampe disitu pun aku langsung jadi bahan ceng2an mereka, "kalo ini termasuk udin yang apa ya??hahahaha"gelak tawa mereka. Sampe pulang ternyata tujuanku gak tercapai, boz bilang aku akan dipinjemin motor kantor, honda win. aku blm dapat motor thunder sampe dpastikan aku bisa tetap disini. dan motor win nya pun belom bole dibawa karna harus diservicekan dulu. Hari ke5 aku berangkat ke lokasi dengan diantar sopir kebun, sampe disana baru kusadari kalo disana tak ada apa2. tanpa makanan tanpa minuman, tak ada yang kukenal sama sekali, tak bisa basa sunda dan berjarak 10km dr perkampungan. ooohhhwww tidak, bisa gila aku dsini, tak bawa bekal sama sekali. itulah kenapa aku minta motor buru2. Hari itu terasa sangat panas menyengat dan aku tanpa minuman tanpa makanan. Bahkan sempet ngobrol2 dengan tukang pun mereka bilang gak betah disini, mreka pengen  cepat2 menyelesaikan pekerjaannya dan kembali pulang. Siang pun tiba, para tukang istirahat, akupun terpaksa meminta minum pada para tukang. Kemudian aku mencoba meminta tolong ama orang kebun, "pak tolong dunk antar saya ke bawah, saya pengen cari makan"."maap pak gak bisa saya mau benerin alat berat" jawabnya. Aku pun mencoba meminta tolong ama yang laen nya "anterin saya ke bawah dunk" maap pak saya mu nyemprot tanaman". hadeeww bisa setreess aku neh, pliisss help me. Akhirnya aku pun memutuskan berjalan kaki ke bawah melewati jalan bebatuan sepanjang 10km. Baru ku berjalan beberapa saat tiba2 langit pun berubah jadi gelap, padal tadinya panas menyengat. oohhww tidak, ini bener2 gak baek ku percepat langkahku tapi hujan deras pun turun lebih cepat lagi. Kucoba berlari tapi tak bisa karna medan bebatuan dan tanahny jadi berlumpur dan lengket. sepatuku pun uda tak berbentuk lagi. sampe di perkampungan pertama aku pun berteduh dan solat disitu. Setelah hujan reda kucoba meneruskan perjalananku kembali tapi hujan juga kembali datang dengan derasnya, tapi ku tak bisa berhenti sampe menemukan perkampungan berkiutnya, sampe dperkampungan berikutnya ku langsung mencari mushola dan berteduh disitu dengan keadaan basah. Setelah hujan bener reda kulanjutkan perjalanan, sekitar 2jam baru kusampai ditempat tinggalku. Aku pun langsung mandi kemudian berbaring dan tidur saking capenya. Ya Allah berilah hambaMu ini kekuatan agar bisa menjalani ujianmu ini dengan sabar. Aku akan mencoba bertahan demi kedua ortuku, hanya itu motivasiku saat ini. smoga fisik dan mentalkupun dikuatkan, smoga juga aku bisa mengambil ilmu dan hikmah selama aku disini. Tak tau sampe berapa lama aku disini, tanpa kawan dan kerabat. Ini sungguh aneh, karna biasanya aku adalah orang yang cepat beradaptasi, tapi entah kenapa sampe saat ini aku pun masi belom punya kawan disini. Ya Allah, hanya engkau tempatku mengadu. bantu hambaMu ini dalam menjalani ini semua ya Allah.